Wednesday, June 08, 2005
Hari ini, Public Hearing Balon Rektor UPI
SETIABUDHI-Salah satu tahap penting dari rangkaian pemilihan rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berupa penyampaian visi dan misi para bakal calon (balon) rektor hari ini mulai digelar. Hajatan yang diberi nama public hearing ini akan dilangsungkan di dua tempat, yakni Balai Pertemuan UPI dan Auditorium JICA UPI.
Menurut keterangan panitia yang disampaikan sebelumnya, public hearing merupakan ajang para balon rektor untuk menyampaikan pemikirannya tentang UPI saat kandidat yang bersangkutan terpilih menjadi rektor. Menurut sekretaris panitia pemilihan As’ari Djohar, pihaknya akan mengundang seluruh komponen universitas untuk hadir di forum tersebut.
Kepada Radar As’ari juga menyampaikan, pihaknya sudah mendapat kepastian dari tujuh balon rektor untuk hadir saat public hearing. Mereka akan mempresentasikan kertas kerja yang memuat sekurang-kurangnya memuat empat poin.
Pertama, analisis kondisi objektif UPI-BHMN (point of departure). Kedua, tujuan yang hendak dicapai dalam jangka panjang (point of arrival). Ketiga, target lima tahun serta indikator pencapaiannya. Keempat, strategi pencapaian (organisasi dan tata pamong, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya, serta pembiayaannya).
Dalam pelaksanaannya, Amung Ma'mun, Dr. H., M.Pd., Soekmana Soma, Dr. Ir., MSP. M.Eng., dan Sunaryo Kartadinata, Prof. Dr. H., M.Pd. akan menyampaikan kertas kerjanya di Balai Pertemuan UPI. Sementara itu, Jusuf Amir Feisal, Prof. Dr. H., S.Pd., Mukhidin, Dr. H., M.Pd., Said Hamid Hasan, Prof. Dr., MA., dan Sutjipto, Prof. Dr. akan menyampaikan kertas kerjanya di Auditorium JICA.
As’ari menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan waktu khusus kepada pimpinan organisasi mahasiswa UPI untuk mengajukan kontrak sosial kepada para balon rektor. “Itu urusan antara BEM dengan calon rektor. Acaranya harus di luar agenda panitia. Kami tidak akan memfasilitasi. Kalau seusai menyampaikan visi dan misinya dalam public hearing lalu mereka kumpul-kumpul dengan calon rektor itu silahkan saja,” kata As’ari kala itu.(njp)
[Sebelumnya naskah ini dimuat di Harian Pagi Radar Bandung, harian lokal milik Jawa Pos Grup, pada 17 Mei 2005]
Menurut keterangan panitia yang disampaikan sebelumnya, public hearing merupakan ajang para balon rektor untuk menyampaikan pemikirannya tentang UPI saat kandidat yang bersangkutan terpilih menjadi rektor. Menurut sekretaris panitia pemilihan As’ari Djohar, pihaknya akan mengundang seluruh komponen universitas untuk hadir di forum tersebut.
Kepada Radar As’ari juga menyampaikan, pihaknya sudah mendapat kepastian dari tujuh balon rektor untuk hadir saat public hearing. Mereka akan mempresentasikan kertas kerja yang memuat sekurang-kurangnya memuat empat poin.
Pertama, analisis kondisi objektif UPI-BHMN (point of departure). Kedua, tujuan yang hendak dicapai dalam jangka panjang (point of arrival). Ketiga, target lima tahun serta indikator pencapaiannya. Keempat, strategi pencapaian (organisasi dan tata pamong, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya, serta pembiayaannya).
Dalam pelaksanaannya, Amung Ma'mun, Dr. H., M.Pd., Soekmana Soma, Dr. Ir., MSP. M.Eng., dan Sunaryo Kartadinata, Prof. Dr. H., M.Pd. akan menyampaikan kertas kerjanya di Balai Pertemuan UPI. Sementara itu, Jusuf Amir Feisal, Prof. Dr. H., S.Pd., Mukhidin, Dr. H., M.Pd., Said Hamid Hasan, Prof. Dr., MA., dan Sutjipto, Prof. Dr. akan menyampaikan kertas kerjanya di Auditorium JICA.
As’ari menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan waktu khusus kepada pimpinan organisasi mahasiswa UPI untuk mengajukan kontrak sosial kepada para balon rektor. “Itu urusan antara BEM dengan calon rektor. Acaranya harus di luar agenda panitia. Kami tidak akan memfasilitasi. Kalau seusai menyampaikan visi dan misinya dalam public hearing lalu mereka kumpul-kumpul dengan calon rektor itu silahkan saja,” kata As’ari kala itu.(njp)
[Sebelumnya naskah ini dimuat di Harian Pagi Radar Bandung, harian lokal milik Jawa Pos Grup, pada 17 Mei 2005]
