Wednesday, June 08, 2005

 

Hari Ini, SA Tentukan 3 Calon Rektor UPI

# BEM UPI dan FPMD Khawatirkan Money Politics

SETIABUDHI-Proses pemilihan rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memasuki fase penentuan calon rektor. Calon tersebut akan dipilih dari tujuh bakal calon (balon) menjadi tiga orang calon dalam sebuah sidang Senat Akademik (SA) yang digelar di ruang rapat Gedung Bumi Siliwangi lantai 4, hari ini. Demikian dikatakan ketua panitia pemilihan rektor UPI Prof. Dr. Asmawi Zainul, M.Ed saat ditemui Radar di ruang kerjanya, kemarin.

Asmawi yang juga Ketua SA UPI memastikan ketujuh bakal calon rektor yang beberapa waktu lalu memaparkan kertas kerjanya di hadapan civitas akademika akan hadir, hari ini. Dia optimis seluruh anggota SA UPI yang berjumlah 38 orang akan menghadiri acara yang berencana dimulai pukul 08:00 tersebut. Menurutnya, meskipun terdapat anggota SA yang berhalangan hadir, namun SA tetap akan melangsungkan pemilihan calon rektor.

Mengenai penentuan tiga nama, kata Asmawi, hal itu didasarkan pada hasil rapat SA yang digelar Jum'at (20/5) lalu. "Peraturan yang ditetapkan oleh MWA memberikan 'range' antara tiga sampai lima orang. Saat opsi itu ditawarkan kepada anggota SA, mereka sepakat untuk menentukan tiga nama, tidak lima," terang Asmawi.

Penentuan tempat dilangsungkannya rapat, lanjut Asmawi, didasari atas keinginan untuk memberikan nuansa historik. Gedung Bumi Siliwangi sendiri merupakan salah satu gedung bersejarah di Bandung Metropolis. Sebelum berubah nama, bangunan yang dibangun pada awal dasawarsa 1920 tersebut bernama Villa Isola. Hingga saat ini, bentuk fisik bangunan bergaya art deco ini masih utuh.

"Ini pemilihan rektor pertama UPI oleh SA, momen yang sangat bersejarah. Jadi, harus dilaksanakan di tempat bersejarah. Selama ini, semua keputusan penting di UPI diputuskan di tempat ini," kata Asmawi yang juga salah seorang guru besar di Jurusan Pendidikan Sejarah UPI ini.

Secara teknis, setiap balon rektor akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kembali kertas kerjanya selama 10 menit di hadapan anggota SA. Setelah itu, anggota SA diperkenankan untuk menyampaikan pertanyaan. Sidang akan berlangsung secara panel. Karena setiap anggota SA diperkirakan akan menyampaikan pertanyaan secara mendalam, Asmawi memperkirakan sidang akan berlangsung cukup panjang. Ia sendiri mengaku tidak bisa memastikan apakah sidang akan berakhir hari itu juga atau ditunda.

"Rencana semula, sidang akan dilakukan secara marathon. Tapi, kami tidak tahu apakah selesai satu hari atau tidak. Saya tidak bisa memastikan," kata pria yang seluruh rambutnya sudah memutih ini.

Kepada Radar Asmawi mengatakan, tiga calon rektor hasil sidang SA akan disampaikan kepada Majelis Wali Amanat (MWA) UPI dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam surat tersebut akan dilampirkan surat keputusan (SK) SA mengenai tiga nama calon rektor. Dalam berkas yang sama, SA juga akan melampirkan berita acara penetapan calon. Asmawi mengaku belum bisa memastikan kapan waktu penyerahan tersebut.

Mengacu kepada jadwal yang ditetapkan semula, pemilihan rektor oleh MWA akan dilangsungkan 6-8 Juni mendatang. Dengan demikian, semestinya penyerahan calon rektor sebelum waktu tersebut. Namun, Asmawi memprakirakan, sidang MWA akan diundur. MWA sendiri, lanjut dia, diprakirakan baru akan melangsunkan sidang pada 20 Juni mendatang. Padahal, jadwal semula menetapkan, 15 Juni merupakan pelantikan rektor UPI terpilih.

"Yang menetapkan tempat dan waktu pemilihan rektor adalah ketua MWA. Kami tidak tahu apakah pemilihan dilakukan di Bandung atau di Jakarta. Kalau UGM, ITB, USU di Jakarta. Ini terkait dengan keanggotaan Menteri Pendidikan Nasional. Meski begitu, kami sebenarnya pemilihan dilakukan di gedung yang juga memiliki sejarah (Bumi Siliwangi, red)," kata Asmawi.

Sementara itu, dua lembaga yang selama ini bersikap kritis terhadap proses pemilihan UPI, Forum Peduli Masa Depan (FPMD) UPI dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI mengkhawatirkan terjadinya politik uang (money politics) dalam pemilihan. Keduanya menilai, kemungkinan untuk terjadinya praktik kotor itu cukup terbuka. Karena itu, mereka menghimbau agar anggota SA menggunakan nurani dalam pemilihan calon rektor tersebut.

"Jangan ada money politic dan serangan fajar. Kedepankan nurani dan suara publik di media dan civitas akademika," demikian bunyi pesan singkat yang diterima Radar dari salah seorang anggota FPMD, kemarin. Ketua BEM UPI Agus Salim mengaku menyiapkan tim khusus menengarai adanya sinyalemen ini.(njp)

[Sebelumnya naskah ini dimuat di Harian Pagi Radar Bandung, harian lokal milik Jawa Pos Grup, pada 26 Mei 2005]
Comments: Post a Comment

<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?