Wednesday, June 08, 2005

 

Polemik SA dan MWA Terus Mengemuka

SETIABUDHI-Di tengah berlangsungnya proses pemilihan rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) masa bakti 2005-2010, wacana seputar komposisi Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik (SA) belum juga usai. Suara-suara kritis tersebut terutama datang dari dua elemen universitas yang selama ini memang dikenal kerap memberikan pernyataan-pernyataan yang berseberangan dengan pimpinan universitas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Forum Peduli Masa Depan (FPMD) UPI.

Setelah sebelumnya menyatakan penolakan terhadap komposisi SA dan MWA, FMPD juga mengaku memperoleh bocoran informasi mengenai adanya perintah Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk merombak susunan MWA dan SA UPI. Juru bicara FPMD Iik Nurulpaik mengatakan, dalam beberapa kesempatan Mendiknas pernah mengemukakan hal itu. Sayangnya, Iik tidak menyebutkan kapan dan dimana Mendiknas mengatakan hal itu.

Selain itu, Iik juga mengaku mendapat bocoran informasi dari salah seorang anggota SA UPI mengenai adanya pesan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Satryo Soemantri Brodjonegoro melalui salah seorang direktur kelembagaannnya. Menurut Iik, Prof. Dr. Fuad Abdul Hamid, direktur kelembagaan Dirjen Dikti menyampaikan pesan saat berlangsungnya sidang SA, Jum'at (20/5).

"Saya membawa pesan dari Dirjen Dikti untuk SA UPI agar merombak susunan SA dan MWA UPI," ujar Iik menirukan ucapan Fuad. Fuad Abdul Hamid yang ditemui wartawan usai sidang penetapan tiga calon rektor UPI, Kamis (26/5), menolak dirinya pernah menyampaikan hal itu.

"Saya belum berkomunikasi dengan Mendiknas mengenai komposisi MWA dan SA UPI. Sejauh yang saya ketahui belum ada pernyataan tertulis dari Mendiknas. Entah yang yang tidak saya ketahui. Secara lisan, saya belum pernah mendengar," ujar Fuad yang juga anggota SA UPI.

Menurutnya, MWA disahkan melalui Surat Keputusan Mendiknas. Sampai saat ini, kata Fuad, Mendiknas tetap menyetujui komposisi MWA UPI. Sementara itu, menanggapi adanya perbedaan suara di UPI mengenai komposisi SA dan MWA UPI, Fuad menganggap hal itu sebagai sebuah dinamika. Hal senada juga disampaikan Dirjen Dikti.

"Dirjen melihatnya biasa saja. Sebagai dinamika universitas. Di kampus lain juga muncul suara-suara berbeda," ujar Fuad. Kepada wartawan Fuad mengaku tidak mengetahui sikap Dirjen Dikti terhadap proses pemilihan rektor di UPI.

Saat ditanya apakah diperkenankan adanya perbedaan sikap antara Mendiknas dengan Dirjen Dikti? Fuad menjawab secara diplomatis. Menurut Fuad, Dirjen Dikti harus setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh Mendiknas. "Jawabanya memang diplomatis," ujarnya sambil tersenyum.(njp)

[Sebelumnya naskah ini dimuat di Harian Pagi Radar Bandung, harian lokal milik Jawa Pos Grup, pada 28 Mei 2005]
Comments: Post a Comment

<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?